Omzet Meningkat Segmen Tepat

Wednesday, October 29th, 2014 - Kisah Sukses

Omzet Meningkat Segmen Tepat

Siapa bilang jika usaha Bakery hanya sanggup berkembang di kota-kota besar saja? Di daerah pelosok pun bisnis bakery berpotensi untuk mendatangkan keuntungan. Hal inilah yang dibuktikan oleh Freddy, selaku owner dari “Real Bakery”, usaha roti skala rumahan yang berlokasi di daerah Baru Raja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.P8100155-1024x768

Berdiri sejak tahun 2011 lalu dengan mengambil brand dari singkatan nama kedua anaknya yaitu Resi dan Alfreno, Real bakery bergerak menjadi salah satu produsen bakery dengan segmen pasar dari kalangan menengah ke bawah. Adapun yang menjadi produk andalan dari Real Bakery ada dua jenis, yaitu roti manis beraneka rasa dan roti tawar.  Saat ini ia dibantu oleh sepuluh orang tenaga kerja, dengan rincian empat orang bertugas di bagian produksi dan enam orang di bagian pemasaran.

Karena menyasar pangsa pasar kelas menengah ke bawah, maka tidak mengherankan jika produknya dipatok dengan harga sangat terjangkau. “Produk yang jadi andalah kita yaitu roti manis, harga satuannya Rp 1000 sehingga bisa diterima masyarakat di sini yang kebanyakan berprofesi sebagai petani,“ jelasnya. Untuk roti manis tersebut, Freddy menciptakannya dalam aneka varian rasa, di antaranya strawbery, mocca, vanilla, blueberry, keju, dan masih banyak lagi. Hal tersebut juga yang menjadi keunggulan produknya dimana roti dengan harga ekonomis biasanya tidak menyediakan varian rasa sebanyak itu.

Adapun pemasaran terhadap produk dilakukan dengan membentuk jaringan ke pengusaha-pengusaha yang ada di Batu Raja. Untuk produk roti manis dalam kemasan ia pasarkan ke warung atau toko yang banyak tersebar di daerah tersebut, sedangkan untuk roti tawarnya dipasarkan secara langsung dengan cara berkeliling menggunakan gerobakan. lezat-reguler-artikel_d3GhqjNCm0

Diakui oleh Freddy menjalani bisnis bakery di daerah seperti itu memang tidak mudah, terutama karena beberapa pesaingnya sudah bergerak dalam skala besar dan teknologi produksi yang lebih memadai. Namun ia mengaku memiliki trik khusus dalam memasarkan produk rotinya. “Kalau mereka (usaha besar) itu rata-rata pemasarannya ke kota-kota besar, sedangkan kita justru melakukan pemasaran ke pelosok daerah.”ujarnya

panya03bsrProduk bakery dengan harga ekonomis namun tetap berkualitas, hal tersebut disadari oleh Freddy. Oleh karena itu walaupun produksinya masih bergerak di skala rumahan ia tetap memperhatikan faktor alat yang menunjang kualitas produk yang dihasilkan. Freddy pun memilih Mixer Planetary B-20F dari Maksindo untuk membuat adonan rotinya. “Sebelumnya kita hanya pakai tenaga manual untuk membuat adonan, pekerjaannya berat sekali dan hasilnya hanya sekitar 15 kilo sehari. Barulah setelah pakai mixer, selain produksi  yang meningkat hingga 25 kilo sehari, tekstur adonan yang dihasilkan pun jauh lebih halus.”

            Usaha yang sudah berjalan tiga tahun dengan modal sekitar Rp 10 juta per hari dan harga jual yang ekonomis, tidak lantas menjadikan bisnis Real Bakery sebagai bisnis yang lambat mendatangkan keuntungan. Sebaliknya, usaha rumahan ini sukses mendatangkan omzet rutin per harinya dalam jumlah yang lumayan besar. “Kalau omzet kita sebetulnya masih belum menentu, tapi kisaran minimalnya Rp 1 – 1,5 juta per hari lah,” tutupnya.(Tri Deny Tr/Bayuaji Alviantoro)

Omzet Meningkat Segmen Tepat | redaksimesin | 4.5