Reguk Untung dari Usaha Ayam Potong

Wednesday, October 1st, 2014 - Kisah Sukses

Abdul Rozak, salah satu usaha dagang ayam potong, Gresik,Jawa Timur, Abdul memulai usaha ayam potong sejak Januari 2013. Ia memperoleh daging ayam yang dipasok dari Lamongan, Jawa Timur.  Awal mula ia mengaku harus mencabuti bulu ayam sendiri dengan tangannya, “Wah capek,” keluh Abdul Tak hanya capai, ia terkadang harus membayar orang lain untuk membantunya sehingga hal tersebut tidak membuat keadaan lebih efektif. Akhirnya berbekal dari informasi akan pentingnya alat mesin untuk menunjang usahanya

Abdul Rozak memutuskan untuk memanfaatkan Mesin Pencabut Ayam SX 60 dari Toko Mesin Maksindo pada tahun 2013.

MESIN PENCABUT BULU UNGGAS

Spesifikasi Mesin

 mesin-pencabut-perontok-bulu-ayam-unggas

 Tipe SX60-750

  • Dimensi: 620x620x930 mm
  • Speed  Roller: 185 rpm
  • Kapasitas produksi: 12 kg / menit
  • Listrik: 750 Watt
  • Voltase: 220 V, 50 Hz, 1 P
  • Berat mesin: 58 kg
  • Origin: RRC

Untuk harga silakan hubungi Machinery Consultant Toko Mesin Maksindo atau (www.tokomesin.com).

Berkat mesin tersebut usaha ayam potong Abdul Rozak dan istrinya Lugi Nurani makin meningkat dan dapat menekan pengeluaran dari produksinya.

“Wah, kalau sekarang enggak ada kendala lagi, hasilnya juga lebih banyak dan rapi. Saya juga enggak pakai tenaga orang lain lagi,” ujar Abdul Rozak.  Dalam sehari Abdul dan Lugi bisa menghabiskan ayam hingga 1 kuintal 20 kilogram daging ayam dan 70 kilogram hingga 1 kuintal daging sapi yang ia pasok dari Binjai, Jawa Timur.

“Untuk ayam alot dijual Rp 30 ribu per kilo dan ayam gembuk seharga Rp 28 ribu. Kalau daging sapi kisarannya dari Rp 80 ribu hingga Rp 86 ribu,” tambahnya.

 

(Tri Deny Tr)

 

 

Reguk Untung dari Usaha Ayam Potong | redaksimesin | 4.5