Nes GP Coffee Asli Temanggung Beromzet Jutaan
Nes GP Coffee Asli Temanggung Beromzet Jutaan
Siapa yang tidak suka akan minuman Kopi salah satu daerah menghasil kopi terbaik di Propinsi Jawa Tengah adalah Temanggung Karena komoditas kopi di Temanggung merupakan salah satu produk unggulan terbesar di Jawa Tengah yaitu 40%.
Karena itu, kopi menjadi andalan bagi para petani selain tanaman tembakau bahkan harga kopi cenderung stabil jika dibandingkan dengan harga tembakau yang selalu mengalami fluktuasi. Kopi pada umumnya dijual dalam bentuk biji untuk dieksport ke luar negeri. Sementara sebagian kecil biji kopi diolah menjadi kopi bubuk yang disajikan menjadi minuman. pengolahan kopi bubuk mempunyai prospek yang cukup baik.
Selain potensi yang ada, pengolahan kopi bubuk memiliki prospek kedepan cukup baik diantaranya konsumsi kopi masyarakat cenderung meningkat, kondisi ini terlihat pada beberapa tempat penjualan minuman kopi yang tidak pernah sepi pengunjung Kemudian harga kopi bubuk cenderung stabil, tingkat kenaikan harga setara dengan inflasi, dan kopi menjadi salah satu istilah dalam bussines meeting dan trend sebagai pengantar pertemuan dengan relasi usaha. Selain itu untuk menampung kopi kering biji (oce) rakyat yang selama ini banyak dijual ke luar daerah, dan penyerapan tenaga kerja dan penghasil limbah pertanian sebagai bahan pakan ternak (kulit kopi).
Dengan melihat peluang tersebut Seorang Suramin Muhri Pengusaha Kopi Robusta asal Temanggung Jawa Tengah mencoba memproduksi biji kopi kering yang menghasilkan bubuk kopi pada tahun 2013, dengan modal sekitar Rp 30 juta ia mencoba memproduksi biji kopi dan langsung melempar produk kopinya ke negara tetangga Myanmar dengan kapasitas 1 kuintal yang mendapatkan respon yang posif. Produk kopi olahannya diberi Brand Nes GP Coffee agar masyarakat mengenal dan tahu kopi hasil produksi Temanggung.
Suramin kini dengan serius menata usahanya ke depan untuk itu ia menerapkan proses penjualan produknya sistem konjungasi dan kini ia melebarkan pangsa pasar dalam negeri.,”Sekarang saya harus serius menjalani usaha ini dan sepertinya prospek kopi dalam negeri cukup menjanjikan,”ujar Suramin antusias via telepon.
Dengan sistem konjungasi pembeli diuntungkan karena mendapatkan 20% dari harga eceran yang ditawarkan yaitu Rp 9000 dalam ukuran 250 gram. Dalam sehari Nes GP Coffee bisa memproduksi kopi sebanyak 10 kg untuk membantu proses produksinya ia membeli Mesin Sangrai Kopi 5 kg Agrowindo dari Toko Mesin Maksindo, “Berkat mesin ini semua proses produksi kopi sangat cepat, menghemat waktu serta dapat membantu saya dalam merintis usaha kopi bubuk, karena menghasilkan kualitas bubuk yang bagus,”paparnya. Untuk omzet Nes GP Coffee sudah memperoleh kurang lebih Rp 2 juta dalam sehari sedangkan sebulan hampir Rp 60 juta.(Tri Deny Tr)













